MAHASISWA TEKNOKIMIA NUKLIR STTN KEMBANGKAN DOSIMETER FILM DENGAN BAHAN PATI BIJI NANGKA

Pada saat ini pengawetan makanan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi para pelaku industri makanan. Saat ini banyak teknologi yang dapat diterapkan  untuk membantu memperpanjang masa simpan olahan makanan. Teknologi pengawetan makanan menggunakan iradiasi sinar gamma merupakan proses pengawetan makanan tanpa menghilangkan kandungan  nutrisi serta cita rasa. Bila partikel gamma digunakan untuk mengiradiasi makanan yang sudah dikemas dan kedap udara, mikroba pembusukan di dalamnya akan mati. Ini membuat makanan tidak mudah membusuk.  Pangan siap saji berbahan baku hewani yang dimasak dengan resep tradisional umumnya hanya dapat bertahan pada suhu kamar kurang dari dua hari. Teknologi iradiasi merupakan salah satu alternatif lain yang dapat diterapkan untuk memperpanjang masa simpan sekaligus tetap menjaga mutu dan keamanan pangan.

Teknologi iradiasi untuk pengawetan makanan dan meningkatkan kualitas higienis makanan telah berkembang pesat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri pengawetan makanan menggunakan teknologi iradiasi telah diatur dalam SNI dan RSNI Pangan Radiasi yaitu SNI ISO 14470-2011 tentang iradiasi pangan dan persyaratan indikator untuk pangan.

Semua aplikasi iradiasi wajib menggunakan dosimeter. Dosimeter adalah alat ukur dosis radiasi. Dosimeter digunakan untuk mendapatkan nilai dosis radiasi yang tepat dan sangat penting untuk mendapatkan produk dengan sifat yang diinginkan. Konsekuensi penting dari kurangnya dosis atau paparan berlebih akan menyebabkan kegagalan. Apabila hal ini dikaitkan dengan komersialisasi akan berdampak pada kerugian ekonomi. Banyaknya dosimeter yang tersedia saat ini cenderung mahal, sulit digunakan, kaku bahkan mengandung polutan berbahaya dan pelarut organik yang volatile. Karena alasan inilah Suci Sujiani, mahasiswi Prodi Teknokimia Nuklir Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir berusaha mencari pengembangan dosimeter yang murah, mudah digunakan, fleksibel dan bisa digunakan dengan aman.

Suci Sujiani mengembangkan dosimeter film dengan memanfaatkan polimer alam dari pati biji nangka sebagai campuran polimer sintetik poly(vinyl alcohol) dan penambahan indikator tetrabromophenol blue (TBPB) sebagai pewarna. Pemanfaatan polimer alami merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan dosimeter film sebagai penanda iradiasi serta mengurangi banyaknya penggunaan polimer sintetik dan keterbatasan sumber daya alam.

Hasil penelitian Suci Sujiani ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang berkecimpung pada aplikasi iradiasi dalam bidang pangan sebagai penanda. Dengan demikian perlu penelitian lanjutan sehingga hasil pengukuran oleh dosimeter ini nanti akan benar-benar akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *