TEKNOKIMIA NUKLIR

MAHASISWI STTN TEMUKAN SOLUSI MENINGKATKAN KUALITAS MINYAK CENGKEH

04 Sep

Minyak atsiri adalah salah satu komoditi yang memiliki potensi ekspor Indonesia. Salah satu sentra minyak daun cengkeh di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di Kecamatan Samigaluh. Namun sayang sekali para pengrajin minyak atsiri di sini menjual minyak daun cengkeh crude ke luar negeri dengan harga yang cukup rendah yaitu sekitar 18 U$D per kg.  Hal ini disebabkan kualitas minyak daun cengkeh yang dihasilkan cukup rendah karena masih mengandung kadar air dan pengotor. Adanya air dan pengotor menyebabkan minyak cengkeh berwarna hitam kecoklatan dan kotor.

Kondisi minyak cengkeh seperti ini disebabkan adanya ion-ion yang berasal dari daun dan alat penyuling yang kemudian bereaksi dengan eugenol dalam minyak membentuk kompleks logam berwarna. Banyak logam yang terdapat dalam minyak daun cengkeh antara lain Fe, Mg, Mn, Zn, dan Pb. Semakin tinggi kadar besi dan kadar air dalam minyak cengkeh, maka semakin rendah kandungan eugenolnya. Minyak daun cengkeh yang diproduksi dengan alat destilasi yang terbuat dari stainless steel umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik, akan tetapi alat ini terlalu mahal sehingga petani di Samigaluh memilih menggunakan alat yang terbuat dari besi.

Keprihatinan ini membuat Ari Nurul Pangestu, mahasiswi Prodi Teknokimia Nuklir mencari alternatif dehidrasi minyak daun cengkeh dari petani di Kecamatan Samigaluh dengan metode absorbsi menggunakan hidrogel. Penggunaan hidrogel diharapkan dapat menghilangkan air beserta pengotor yang larut bersamanya di dalam minyak daun cengkeh. Sebelum dilakukan metode absorbsi menggunakan hidrogel, juga dilakukan proses pengkhelatan menggunakan agen pengkhelat asam sitrat. Pengkhelatan ini bertujuan untuk mengikat logam dalam minyak sehingga logam yang terdapat pada fasa air dapat terserap oleh hidrogel. Hasil penelitian Ari Nurul Pangestu menunjukkan penurunan kadar logam besi dan penurunan kadar air sehingga dapat meningkatkan kualitas minyak daun cengkeh crude menjadi kualitas purified.  Minyak cengkeh setelah diabsorbsi menggunakan hidrogel juga menunjukkan warna yang jernih. Berdasarkan hasil penelitian Ari ini diharapkan hidrogel dapat diaplikasikan oleh para penyuling minyak atsiri, sebagai absorben untuk pemurnian minyak atsiri terutama minyak daun cengkeh

Alat penyuling minyak petani di Kecamatan Samigaluh

Perbedaan Warna Minyak Cengkeh Crude dan Minyak Cengkeh setelah Diabsorbsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *