MIKROGEL POLIAKRILAMIDA SEBAGAI DRAW AGENT UNTUK DESALINASI AIR LAUT

Populasi penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga kebutuhan air bersih pun semakin meningkat. Akan tetapi, ketersediaan air bersih khususnya di Pulau Jawa hanya 1.750 meter kubik per kapita per tahun, jauh di bawah standar kecukupan yaitu 2.000 meter kubik per kapita per tahun. Jika hal ini tidak ditanggulangi, maka apa jadinya Indonesia 5 tahun yang akan datang? Krisis air bersih akan terjadi.

Permasalahan ini menjadikan Inayah Dwi Agustina, mahasiswi Prodi Teknokimia Nuklir, STTN berpikir bagaimana dapat mengolah air laut agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Inayah mencari alternatif yaitu melalui proses desalinansi forward osmosis. Forward osmosis adalah proses desalinasi dua tahap menggunakan membran semipermeabel dan perbedaan tekanan osmotik menjadi kekuatan pendorong untuk perembesan air. Pada tahap pertama air ditarik oleh draw agent melalui membran kemudian di tahap kedua air murni dipisahkan dari draw agent. Menurut referensi yang Inayah baca, melalui proses forward osmosis tekanan hidrolik dapat diabaikan sehingga mengurangi konsumsi energi dalam memompa listrik dan kecenderungan fouling yang lebih rendah.

Penelitian Inayah lebih memfokuskan pada sintesis draw agent. Draw agent yang digunakan pada forward osmosis harus memenuhi kriteria dasar yaitu, laju peresapan air yang tinggi, harus menghasilkan tekanan osmotik yang tinggi, pemulihan air mudah, dapat digunakan kembali, toksisitas rendah terutama jika aplikasi target adalah produksi air minum, kompatibel dengan permukaan membran, dan biaya yang efektif. Berdasarkan kriteria tersebut, tantangan utama adalah kurangnya draw agent ideal yang dapat mencapai fluks air yang tinggi dan pemulihan yang efisien dan murah. Inayah mencari alternatif lain draw agent yaitu mikrogel karena menurut referensi yang telah dia baca, mikrogel memiliki flux air yang tinggi.

Sintesis mikrogel sebagai draw agent untuk desalinasi forward osmosis yang dilakukan Inayah menggunakan metode polimerisasi inverse emulsi. Metode ini menggunakan sodium dodesil sulfat sebagai surfaktan untuk menstabilkan partikel dan parafin sebagai fasa minyak. Selain itu penelitian Inayah juga menggunakan N’N-metilen diakrilamida sebagai crosslinker. Menurut Dr. Deni Swantomo, S.ST, M.Eng, selaku dosen pembimbing Inayah menyampaikan bahwa dari penelitian ini dapat menghasilkan mikrogel poliakrilamida sebagai draw agent yang dapat mengabsorb air sehingga dapat diaplikasikan dalam proses desalinasi forward osmosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *