Mahasiswa Teknokimia Nuklir Raih Juara 2 OSMLab 2018

Yogyakarta – Jurusan Teknokimia Nuklir STTN-BATAN memiliki beberapa laboratorium di antaranya lab kimia dasar, lab aktif, lab Operasi Teknik Kimia, lab kimia radiasi, lab instrumentasi kimia, dan lab kimia analisis.

Salah satu fasilitas terbaru yang dimiliki oleh jurusan Teknokimia nuklir adalah Iradiator gamma servo ignis yang masih bagian dari lab kimia radiasi. Iradiator servo ignis tersebut menggunakan sumber radiasi gamma yang berasal dari sumber radioaktif Co-60. Radiasi gamma umumnya dapat memberikan efek segera maupun efek tertunda pada manusia apabila telah melewati Nilai Batas Dosis (NBD) tertentu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja fasilitas iradiator harus diterapkan untuk menjamin mutu proses iradiasi dan mencegah terjadinya kecelakaan dari bahaya penggunaan fasilitas iradiator.

Tim yang beranggotakan Said Wigo Ardiyatno, Joanne Salres dan Fazlur Ansyari, menulis makalah yang berjudul “Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fasilitas Iradiator Gamma STTN-BATAN” di bawah bimbingan Fifi Nurfiana, M. Si selaku dosen STTN-BATAN. Makalah tersebut diikutsertakan dalam ajang Olimpiade Sistem Manajemen Labolatorium (OSMLab) 2018 yang diselenggarakan oleh Program Studi DIII Analisis Kimia Universitas Islam Indonesia (UII).

Sebanyak sepuluh finalis berkompetisi pada babak presentasi dan tanya jawab. Babak tersebut dilaksanakan di kampus UII Yogyakarta pada hari Sabtu (1/12/18) dan menyisihkan lima finalis. Sementara lima finalis terpilih maju ke babak “Adu Cepat Adu Tepat” tentang sistem manajemen laboratorium. Tim yang dipimpin oleh Joanne Salres R tersebut berhasil keluar sebagai juara kedua pada kompetisi yang diikuti oleh 24 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut. Beberapa finalis berasal dari beberapa kampus seperti Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya, Politeknik Akamigas Palembang, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Universitas Ngudi Waluyo, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka berharap makalah yang berisi kajian tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk penerapan dan pengembangan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja iradiator ke depannya (kontributor dimas-yudha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *