Mahasiswa Teknokimia Nuklir Raih Juara 3 LKTIN 2018

Yogyakarta – Dalam rangka mewujudkan Indonesia mandiri 2025, pembangunan iptek mulai digalakkan di segala bidang, salah satunya terkait ketahanan pangan.

Menurut data kependudukan tahun 2018 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Peningkatan pertumbuhan penduduk tersebut tentu harus diimbangi dengan pengelolaan pangan yang baik untuk mengatasi kurangnya ketersediaan makanan.

Berangkat dari masalah tersebut, tim yang beranggotakan tiga orang mahasiswa STTN-BATAN program studi Teknokimia Nuklir angkatan 2016 ini mulai menulis karta tulis ilmiah untuk diikut sertakan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Acara ini mengusung tema “Inovasi Generasi Emas dalam Optimalisasi Potensi Negeri Melalui Teknologi guna Mencapai Indonesia Mandiri 2025”.

Babak final berlangsung pada tanggal 23-24 November 2018 di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta dengan dihadiri Dewan Juri Dr. Ir. Chusnul Hidayat, Dr. Avido Yuliestyan, S.T., M. Sc. dan Susanti Rina Nugrahaeni, S.T., M. Eng. Para finalis yang lolos ke babak tersebut berasal dari beberapa kampus yakni STTN-BATAN, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Bermodalkan karya tulis bertajuk “Makanan Radiasi sebagai Solusi Ketahanan Pangan untuk Menuju Indonesia Mandiri 2025”, tim yang beranggotakan Said Wigo Ardiyatno, Joanne Salres R, dan Fazlur Ansyari berhasil keluar sebagai juara ketiga dalam kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 50 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut. Dalam karya tulis ilmiah tersebut mereka menuliskan tentang teknologi radiasi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan terkait ketersediaan pangan dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki beberapa fasilitas pengawetan iradiasi yaitu Iradiator Merah Putih (BATAN) di Serpong dan Rel-Ion (swasta) di Cikarang. Tim yang diketuai oleh Said Wigo Ardiyatno tersebut berharap Indonesia bisa segera mengaplikasikan teknologi iradiasi tersebut di bidang pangan (kontributor dimas-yudha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *