Tim STTN-BATAN Juarai LBSK 2019

Tim yang beranggotakan dua mahasiwi Teknokimia Nuklir dan satu mahasiswa Teknofisika Nuklir berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional pada Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Tanjungpura dengan mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mengoptimalkan Sumber Daya Alam Berbasis Green Chemistry Menuju Revolusi Industri 4.0”.

Salah satu panganan khas Kabupaten Kapuas Hulu yakni kerupuk basah. Sayangnya, kuliner tersebut memiliki sifat yang cepat basi. Hal ini pun menginsipirasi tim yang beranggotakan Tri Ilma Humairah, Uray Ayu Pricila, dan Ikhsan Mahfudin tersebut untuk menulis Karya Tulis Ilmiah bertajuk “Pengawetan Kerupuk Basah Khas Kapuas Hulu dengan Iradiasi Gamma Co-60 berbasis Green Chemistry” dengan bimbingan Sugili Putra, ST, M. Sc selaku dosen STTN-BATAN. Mereka menulis tentang peran teknologi nuklir dalam mengatasi masalah terkait umur simpan kerupuk basah sebagai langkah menuju revolusi industri 4.0.

Babak final LBSK Universitas Tanjungpura diselenggarakan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat pada Jum’at, 15 Februari 2019. Masing-masing finalis mempresentasikan karyanya selama 8 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan mengadakan city tour ke beberapa tempat destinasi yang berada di kota Pontianak seperti Tugu Khatulistiwa, Museum Kalimantan Barat, Masjid Mujahidin, pusat oleh-oleh, yang kemudian ditutup dengan bersantai di Alun-alun Kapuas.

Acara tersebut ditutup pada tanggal 17 Februari 2019 dengan diumumkannya tim STTN-BATAN sebagai juara pertama pada kompetisi yang diikuti oleh 86 tim tersebut. Para finalis berasal dari beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UIN Alauddin Makassar, dan lain-lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *