Memperdalam Nuclear Knowledge Management, Dosen Prodi TKN Ambil Bagian dalam INMA 2017, Austria

Selasa (10/9), Salah seorang dosen Prodi Teknokimia Nuklir (TKN), Ir. Noor Anis Kundari, M.T., ikut ambil bagian dalam Annual Meeting of the International Nuclear Management Academy (INMA) di Vienna International Centre, Vienna, Austria. INMA merupakan kerangka kerja sama antara perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan IPTEK nuklir dan organisasi lain yang relevan, yang didukung IAEA terutama untuk negara-negara anggota yang tertarik untuk menerapkan program pendidikan manajemen teknologi nuklir tingkat master.

INMA merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, kinerja dan ekonomi teknologi nuklir untuk penggunaan damai dengan mempromosikan dan memungkinkan ketersediaan dan aksesibilitas program pendidikan berkualitas tinggi yang konsisten bagi para manajer yang bekerja di sektor nuklir dan meningkatkan kompetensi manajemen. Kegiatan INMA 2017 tersebut diikuti oleh 34 orang peserta dari 21 Negara ditambah tim dari 6 orang ari NEPIK dan 1 dari TC Division Programme Support and Coordination – Quality Assurance.

Berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan, IAEA, dan perguruan tinggi yang berpartisipasi telah membahas dan menetapkan seperangkat kompetensi minimum yang didorong oleh manajer untuk mulai bekerja di sektor nuklir. Kompetensi ini dianggap sebagai persyaratan hasil pembelajaran untuk program master INMA dalam pengelolaan teknologi nuklir (NTM) dan terdiri dari sekitar 50 wilayah kompetensi (CA) yang termasuk dalam empat kelompok aspek manajemen berikut; (i) Lingkungan Eksternal (untuk mencakup subjek lingkungan politik, hukum, peraturan, bisnis dan masyarakat); (ii) Teknologi (untuk mengajarkan dasar teknologi dan teknik nuklir dan aplikasinya); (iii) Manajemen (untuk mengatasi tantangan dan praktik pengelolaan di sektor nuklir, seperti manajemen proyek, manajemen sumber daya manusia, dan tanggap darurat nuklir); dan (iv) Kepemimpinan (yang sejalan dengan etika dan tata nilai).

Selain mendapatkan informasi terkini langsung dari sumbernya terkait dengan nuclear knowledge management sehingga bisa menjadi masukan untuk pengembangan kurikulum program studi yang relevan dengan nuclear knowladge manajemen deperti STTN, peluang bagi STTN-BATAN Indonesia terkait dengan INMA  adalah terbangunnya kolaborasi internasional antar perguruan tinggi yang terkait dengan nuclear knowledge management, mengingat PT di Indonesia yang relevan sangat terbatas, memberikan informasi bagi SDM Indonesia yang harus ditingkatan kualifikasinya melalui studi lanjut dalam tingkat master nuclear technology management, mengembangkan perguruan tinggi membuka program studi yang relevan dengan nuclear technology management (NTM) sehingga dapat diberikan bimbingan teknis dari INMA IAEA (ans).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *