Untuk meningkatkan Kompetensi dan Skill Mahasiswa, Jurusan TKN mengadakan Workshop Sistem Manajemen K3 bidang Kimia

Yogyakarta (15/02), Jurusan Teknokimia Nuklir mengadakan Workshop yang bertajuk “Enhencement Student’s Competence and Skills” bertempat di Auditorium STTN-BATAN. Workshop yang dihadiri oleh Dosen dan pengajar serta Mahasiswa dari Jurusan Teknokimia Nuklir ini bertujuan menigkatkan kompetensi dan skill mahasiswa terlebih di bidang Manajemen K3. Ini penting dikarenakan mahasiswa akan sering bersentuhan dengan bahan kimia pada saat di kampus atau saat sudah masuk ke dunia kerja nanti. 

Kegiatan yang diadakan di hari sabtu dan minggu dari tanggal 15 sampai 16 Februari 2020 ini di hadiri oleh 53 peserta. Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Wiyono, T. Putro, S.Hut.,M.Si. dari Teknik Vokasi UGM dengan materi ‘Arti Penting SMK3 di Bidang Kimia’. Menurutnya banyak tenaga kerja yang tidak mengerti tentang arti penting SMK3 sehingga meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan kerja.
Sesi kedua dilaksanakan dengan penyampaian materi ‘Peraturan Perundang-undangan SMK3 di Bidang Kimia dan Interpretasi Standar SMK3’. Interpretasi SMK3 terdiri dari beberapa tahap. Mulai dari Penerapan Kebijakan K3, Perencanaan K3, Pelaksanaan Rencana K3, Pemantauan & Evaluasi Rencana K3, Pemantauan & Evaluasi K3, dan Peninjauan & Peningkatan Kinerja SMK3.


Sesi ketiga dilanjutkan pada hari minggu pagi dengan penyampaian materi seputar ‘Penilaian resiko, Penanganan bahan kimia berbahaya, dan APD’ oleh Dr. Ir. J. Soemudihardjo, MP. Menurut beliau penilaian resiko dilakukan untuk menilai kelaiakan kegiatan dan meminimalisir kerugian. Penanganan bahan kimia dilakukan sesuai dengan sifat yang tertera pada lembar MSDS. Serta APD digunakan untuk melindungi tubuh dari potensi bahaya kerja.
Pada sesi terakhir Bapak Wiyono, T. Putro, S.Hut.,M.Si menyampaikan materi tentang ‘Mekanisme Audit SMK3 berdasarkan ISO 19011’. Dalam Pengelolaannya program audit menerapkan konsep P-D-C-A. Secara ringkas audit memiliki beberapa poin-poin penting yang terdiri dari kepatuhan hukum, kesesuaian dengan standar yang diacu, konsistensi dalam penerapan standar yang diacu, serta kecukupan dokumentasi. Setelah penyampaian materi selesai, diadakan postest untuk mengetahui kemampuan peserta dalam menyerap materi yang disampaikan (alif).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *