TEKNOKIMIA NUKLIR

Program Studi Diploma IV Teknokimia Nuklir membekali mahasiswa dengan ilmu teknik kimia yang mengutamakan pengalaman belajar yang terkait dengan bahan nuklir baik untuk keperlun bahan bakar nuklir maupun keperluan lain untuk maksud-maksud damai, radiokimia yang mencakup proses pemisahan radioisotop, dan kimia radiasi.

Program Studi D-IV Teknokimia Nuklir mencakup  pengembangan  rekayasa proses kimia terutama  dalam proses kimia bahan nuklir dan proses kimia termasuk teknologi untuk pemisahan kimia dan radionukliuda, pengelolaan limbah, untuk mencapai sistem energi nuklir berkelanjutan.  Mata kuliah dalam program studi Diploma IV Teknokimia Nuklir  dirancang mengacu pada kompetensi teknik kimia terutama proses kimia bahan nuklir dan kimia radiasi.

Dalam industri kimia, pengelolaan bahan nuklir, dan radiasi pengion, aspek keselamatan menjadi hal yang utama. Oleh karena itu Program D-IV Teknokimia Nuklir membekali mahasiswanya juga memilki kompetensi terhadap keselamatan terutama proteksi dan keselamatan radiasi sehingga learning outcomes (indikator keberhasilan kompetensi) yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat Ijin Bekerja dengan Radiasi (sebagai Petugas Proteksi Radiasi) harus mengacu ketentuan yang berlaku (Perka BAPETEN Nomor 16 tahun 2014)  dan dintegrasikan dalam kurikulum.

Program D-IV Teknokimia Nuklir sudah terselenggara sejak tahun akademik 2001 dan meluluskan Sarjana Sains Terapan pada tahun 2005. Berdasarkan data alumni STTN-BATAN, Lulusan D-IV Teknokimia Nuklir sangatlah luas. Mulai dari Petugas Proteksi Radiasi (PPR), industri kimia, peneliti, dosen, dan lain-lian yang sangat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh teknokimia (nuklir) dapat mencakup banyak aspek kehidupan.

Berikut ini adalah beberapa bidang kerja lulusan Teknokimia Nuklir :

  1. Petugas Proteksi Radiasi (PPR) di industri/instalasi Nuklir. Sebagian besar lulusan Program D-IV Teknokimia Nuklir memperoleh pekerjaan pertama sebagai PPR  di industri/instalasi nuklir. Lulusan dapat menempati posisi ini karena dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang terkait dengan keselamatan dan proteksi radiasi dan sertifikasi Ijin Bekerja (SIB PPR dari Badan Pengawas Tenaga Nukilir Nasional (BAPETEN).
  2. Penyelia/Supervisor Laboratorium Kimia. Lulusan Prodi D-IV Teknokimia Nuklir sebagian bekerja di laboratorium kimia di lembaga pemerintah maupun swasta, seperti Radiant Utama, Shohib Sejati, dan Batan,  yang bertindak memberi penyeliaan kepada analis yang bertanggung jawab terhadap mutu proses dan hasil uji.
  3. Pranata/Peneliti bidang Kimia dan Teknik Kimia, Lulusan Program D-IV Teknokimia Nuklir sudah terbukti dapat menekuni profesi peneliti dan pranata di bidang Kimia dan Teknik Kimia di instansii pemerintah maupun swasta seperti di Batan, Bapeten, dan PT Satya Raya Keramindo.
  4. Industri Kimia. Sebagian lulusan Program D-IV Teknokimia Nuklir terbukti dapat bekerjan sebagai process engieer di industri kimia seperti di PT Indorama, PT Indofood, dan PT Sari Husada.